Tentang BisnisCard

BisnisCard lahir dari masalah sederhana yang sering dianggap sepele: kartu nama fisik yang tidak lagi relevan dengan cara orang berjejaring hari ini.

Sejak 2025, dalam berbagai acara networking dan pertemuan bisnis, satu pola terus berulang. Kartu nama dibagikan, lalu di akhir tetap bertanya:
“Nomor WhatsApp yang aktif yang mana?”

Kartu nama fisik ada, tapi fungsinya tidak utuh. Data cepat usang. Nomor berubah. Kontak tetap harus disimpan manual. Nilai utamanya hilang.

Dari pengalaman pribadi itulah BisnisCard dimulai.

Awalnya Sangat Sederhana

Ide awal BisnisCard bukan platform, bukan SaaS, apalagi produk besar.

Hanya satu halaman mobile-friendly berisi:

  • Nama
  • Nomor WhatsApp
  • Beberapa link penting

Tujuannya satu: saat QR code di-scan, orang bisa langsung menyimpan kontak yang benar, tanpa ribet.

Namun kemudian muncul pertanyaan lanjutan:
Kalau ini berguna untuk satu orang, kenapa tidak untuk banyak orang?

Dari situ BisnisCard berkembang menjadi platform. Setiap orang bisa membuat kartu nama digital versinya sendiri, dengan alur yang sederhana dan familiar. Fokus pada fungsi, bukan gimmick.

Engineering Philosophy

Dibangun Cepat, Tapi Tidak Asal

BisnisCard adalah proyek SaaS pertama yang digarap secara serius dengan pendekatan AI-assisted development.

Menggunakan Google AI Studio sebagai asisten utama, BisnisCard berkembang dari ide menjadi MVP dalam hitungan hari, bukan bulan. Bukan karena asal jadi, tapi karena fondasi teknis tetap dijaga.

AI digunakan untuk:

  • Membantu struktur aplikasi
  • Mengakselerasi pembuatan UI dan dashboard
  • Menghemat waktu pada pekerjaan repetitif

Namun keputusan teknis inti tetap manual:

  • Migrasi ke Next.js agar siap production
  • Pengelolaan session dan token yang benar
  • Penggunaan environment variable yang aman
  • Koneksi ke database real, bukan sekadar local storage

BisnisCard dibangun dengan prinsip: cepat iya, ceroboh tidak.

Masih Berkembang, dan Itu Disengaja

Saat ini BisnisCard masih dalam tahap awal pengembangan. Beberapa fitur masih disempurnakan. Bug kecil masih mungkin muncul.

Platform ini dibangun secara iteratif, berdasarkan penggunaan nyata dan feedback pengguna, bukan asumsi di atas kertas.

Karena itu BisnisCard dibuka sebagai:
Gratis digunakan, tanpa batas waktu, selama fase awal ini.

Tujuannya bukan sekadar rilis produk, tapi memastikan produk ini benar-benar menyelesaikan masalah yang nyata.

Arah BisnisCard

BisnisCard tidak bertujuan menjadi media sosial. Bukan juga sekadar link-in-bio.

BisnisCard diposisikan sebagai:
identitas bisnis digital yang praktis, profesional, dan relevan dengan cara orang berjejaring hari ini.

Ke depan, BisnisCard akan terus berkembang sebagai:

  • Alat bertukar kontak yang alami
  • Penyimpan relasi profesional
  • Infrastruktur ringan untuk networking bisnis

Penutup

BisnisCard dibangun dari pengalaman nyata, dengan pendekatan realistis, dan niat jangka panjang.

Jika kamu pernah merasa kartu nama fisik tidak lagi efektif, BisnisCard dibuat untuk masalah itu.

Platform ini masih tumbuh.
Dan akan jauh lebih baik dengan feedback dari penggunanya.